INSPEKTORAT KONAWE
Urgensi Desa Anti Korupsi: Membangun Integritas dari Ujung Tombak Pemerintahan

SOROPIA– Sekretaris Daerah Konawe Dr. Ferdinand, SP.,MH menekankan pentingnya pembentukan Desa Anti Korupsi sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Fokus utama dari inisiatif ini terletak pada pengembangan kesadaran pribadi dan integritas para penyelenggara pemerintahan di tingkat desa sebagai pelayan publik.

Desa dipilih sebagai sasaran utama karena posisinya sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Selain itu, desa kini mengelola tanggung jawab besar berupa anggaran Dana Desa yang perlu dijaga bersama agar tepat sasaran dan bebas dari praktik penyimpangan. Model desa anti korupsi ini diharapkan menjadi standar baru dalam pencegahan praktik korupsi sejak dari level akar rumput.

Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada aparat desa semata. Narasumber menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat melalui semangat gotong royong sangat diperlukan untuk memajukan desa. Bentuk kepedulian masyarakat ini dapat diwujudkan dalam berbagai hal, seperti pengawasan terhadap koperasi desa hingga kepekaan terhadap isu kesehatan seperti penanganan stunting.

Poin penting dari konsep Desa Anti Korupsi adalah menumbuhkan kepedulian kolektif. Dengan adanya sinergi antara masyarakat dan kepala desa dalam mendorong kesejahteraan, desa diharapkan dapat tumbuh secara mandiri dan akuntabel. Integritas desa ditegaskan bukan merupakan tanggung jawab individu, melainkan hasil dari kerja keras seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama

Ikut Meriahkan Pawai Kendaraan Hias, Inspektorat Dukung Penuh Kesuksesan MTQ Ke-XXXI Sultra

Unaaha— Jajaran Inspektorat Daerah turut ambil bagian dalam memeriahkan pawai kendaraan hias yang digelar pada Selasa (23/6/2026). Pawai akbar ini dilaksanakan dalam rangka menyambut pembukaan ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan mengusung tema yang memadukan nilai-nilai religius dan semangat tata kelola pemerintahan yang bersih, kendaraan hias milik Inspektorat tampil memukau di sepanjang rute pawai. Kehadiran tim Inspektorat ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung penuh kesuksesan syiar Islam serta menyukseskan gelaran MTQ di bumi rukun keagamaan Sulawesi Tenggara.

Andrias Apono, SH.,CGCAE Selaku Plt. Inspektur Daerah Konawe menyatakan bahwa momentum MTQ ini tidak hanya sekadar ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar-instansi dan masyarakat.

“Keikutsertaan kami dalam pawai ini adalah bentuk sukacita dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ Ke-XXXI. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat transparansi dan akuntabilitas yang kami kawal sehari-hari, berjalan selaras dengan nilai-nilai kejujuran dan amanah yang terkandung dalam Al-Quran,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Pawai kendaraan hias yang memadati jalan-jalan protokol ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari ribuan warga yang menyaksikan. Berbagai ornamen bernuansa Islami yang dipadukan dengan karakteristik daerah Sultra membuat iring-iringan kendaraan dinas tampil kreatif dan kompetitif.

Acara pawai ini menjadi pemicu semangat menjelang pembukaan resmi MTQ Ke-XXXI Sultra, yang diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah berprestasi demi mengharumkan nama membawa nama baik Provinsi Sulawesi Tenggara di kancah nasional.