INSPEKTORAT KONAWE
Rayakan Hari Anak Nasional ke-42, Pemda Konawe dan PIM Sultra Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Anak di Desa Waworaha

KONAWE – Semarak kebahagiaan menyelimuti Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 digelar dengan meriah. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak dasar bagi generasi masa depan di Kabupaten Konawe.

Perhelatan tersebut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Konawe, pengurus organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, para Kepala Desa, unsur TNI dan POLRI, serta berbagai elemen masyarakat yang menaruh perhatian besar terhadap isu perlindungan anak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif dalam perayaan ini.

“Hari ini kita merasa bersyukur, bersama-sama memperingati Hari Anak Nasional yang diprakarsai oleh teman-teman dari Perempuan Maju Indonesia, Pemerintah Daerah, dan tentunya beberapa organisasi lainnya yang merasa sangat peduli dengan anak-anak sebagai investasi masa depan kita di Konawe ini,” ujar Dr. Ferdinand dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kehadiran PIM bukan sekadar seremoni peringatan, melainkan langkah konkret dalam memberikan dukungan langsung kepada anak-anak, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar anak.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan oleh komunitas-komunitas lain dalam rangka mendorong semangat. Yang paling penting adalah kita beri ruang sebesar-besarnya sehingga mereka bisa tumbuh berkembang dan meraih prestasi serta cita-cita yang diharapkan ke depannya,” tambah Sekda Konawe tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sulawesi Tenggara sekaligus ketua penyelenggara acara, Ir. Yusniar Asrina Afddhal, S.T., mengungkapkan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap agar bisa terus-menerus bermitra dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Konawe. Kami selaku organisasi Perempuan Indonesia Maju Sulawesi Tenggara berharap dapat terus membantu untuk mewujudkan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto, serta membantu program-program pemerintah agar terimplementasi dengan baik sampai ke masyarakat,” ungkap Yusniar.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kecamatan Soropia, Kepala Desa Waworaha, serta Sekda Kabupaten Konawe yang telah memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini.

“Inspektorat Konawe Kerja Apa?” Jawaban Telak Itu Terjawab Lewat Prestasi Gemilang

Selama ini, mungkin terselip tanya di benak publik maupun internal mengenai kontribusi nyata yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe. Pertanyaan bernada skeptis, “Sebenarnya, Inspektorat Konawe kerja apa?” sering kali muncul di tengah hiruk-pikuk dinamika birokrasi dan tuntutan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Hari ini, pertanyaan tersebut terjawab dengan cara yang paling elegan: melalui sebuah prestasi.

Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe secara resmi berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Penghargaan Peringkat Ke-3 sebagai Inspektorat dengan Kategori Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) Terbaik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam yang dipajang di lemari kantor. Lebih dari itu, pencapaian ini adalah bukti nyata dari kerja keras, ketelitian, dan integritas seluruh tim Inspektorat Konawe dalam menuntaskan rekomendasi-rekomendasi pemeriksaan BPK. Penyelesaian TLHP adalah indikator krusial dalam mengukur sejauh mana sebuah instansi mampu memperbaiki tata kelola keuangan dan administrasi agar lebih akuntabel, transparan, dan minim celah penyimpangan.

Keberhasilan meraih peringkat ke-3 di tingkat provinsi ini membuktikan bahwa Inspektorat Konawe tidak hanya sekadar “menonton” dari jauh. Tim kami bekerja sistematis di balik layar: melakukan pendampingan, memonitoring setiap progres unit kerja, hingga memastikan setiap temuan diselesaikan dengan tuntas sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Capaian ini adalah jawaban telak bagi mereka yang sempat mempertanyakan kinerja Inspektorat Daerah Konawe. Inspektorat Konawe tidak hanya bekerja untuk menggugurkan kewajiban administratif, melainkan berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam mengawal tata kelola pemerintahan di Bumi Konawe agar tetap berada di jalur yang benar.

Tentu, apresiasi ini bukanlah garis finish. Penghargaan ini menjadi bahan bakar motivasi bagi seluruh aparatur di Inspektorat Konawe untuk terus meningkatkan performa, memperkuat pengawasan, dan memastikan setiap rupiah yang dikelola daerah memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Kini, pertanyaan “Inspektorat Konawe kerja apa?” telah terjawab. Inspektorat Konawe terus berbenah dan bekerja untuk membuktikan bahwa transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar jargon, melainkan dedikasi nyata bagi kemajuan Kabupaten Konawe. Konawe Bersahaja!

Ikut Meriahkan Pawai Kendaraan Hias, Inspektorat Dukung Penuh Kesuksesan MTQ Ke-XXXI Sultra

Unaaha— Jajaran Inspektorat Daerah turut ambil bagian dalam memeriahkan pawai kendaraan hias yang digelar pada Selasa (23/6/2026). Pawai akbar ini dilaksanakan dalam rangka menyambut pembukaan ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan mengusung tema yang memadukan nilai-nilai religius dan semangat tata kelola pemerintahan yang bersih, kendaraan hias milik Inspektorat tampil memukau di sepanjang rute pawai. Kehadiran tim Inspektorat ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung penuh kesuksesan syiar Islam serta menyukseskan gelaran MTQ di bumi rukun keagamaan Sulawesi Tenggara.

Andrias Apono, SH.,CGCAE Selaku Plt. Inspektur Daerah Konawe menyatakan bahwa momentum MTQ ini tidak hanya sekadar ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar-instansi dan masyarakat.

“Keikutsertaan kami dalam pawai ini adalah bentuk sukacita dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ Ke-XXXI. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat transparansi dan akuntabilitas yang kami kawal sehari-hari, berjalan selaras dengan nilai-nilai kejujuran dan amanah yang terkandung dalam Al-Quran,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Pawai kendaraan hias yang memadati jalan-jalan protokol ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari ribuan warga yang menyaksikan. Berbagai ornamen bernuansa Islami yang dipadukan dengan karakteristik daerah Sultra membuat iring-iringan kendaraan dinas tampil kreatif dan kompetitif.

Acara pawai ini menjadi pemicu semangat menjelang pembukaan resmi MTQ Ke-XXXI Sultra, yang diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah berprestasi demi mengharumkan nama membawa nama baik Provinsi Sulawesi Tenggara di kancah nasional.

Transformasi Digital Pengawasan, Inspektorat Konawe Luncurkan Aplikasi “PELITA” guna Perkuat Tata Kelola Pemerintahan


UNAAHA – Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe resmi memperkenalkan inovasi terbaru berbasis digital yang diberi nama PELITA (Pelaksanaan Inovasi Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe). Kehadiran aplikasi ini menandai babak baru dalam upaya digitalisasi pengawasan intern pemerintah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Apa Itu PELITA?

PELITA merupakan sebuah platform integrasi data pengawasan yang dirancang khusus untuk mengelola seluruh rangkaian inovasi dan tindak lanjut hasil pengawasan di lingkup Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe. Secara filosofis, nama “Pelita” diharapkan menjadi penerang dalam proses pengawasan, memberikan kejelasan data, serta menuntun perangkat daerah menuju standar kepatuhan yang lebih tinggi.

Aplikasi ini mengalihkan pola kerja manual menuju sistem otomasi, mulai dari pendokumentasian bukti dukung inovasi hingga pemantauan progres penyelesaian temuan audit secara real-time.

Manfaat dan Tujuan Utama

Peluncuran PELITA bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, namun didorong oleh kebutuhan mendesak akan efisiensi birokrasi. Adapun tujuan utamanya meliputi:

  1. Akselerasi Tindak Lanjut: Mempercepat koordinasi antara Inspektorat dengan Objek Pemeriksaan (Obrik) dalam menindaklanjuti rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).
  2. Pusat Data Inovasi: Menjadi wadah tunggal untuk mendokumentasikan seluruh inisiatif kreatif para Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Konawe.
  3. Peningkatan Indeks Inovasi: Memastikan seluruh indikator kematangan inovasi daerah terpenuhi secara administratif guna meningkatkan skor Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Konawe.

Bagi pimpinan daerah, PELITA memberikan manfaat berupa penyajian dashboard informasi yang akurat sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis.

Peran Strategis dalam Kinerja Inspektorat

Dalam struktur kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe, PELITA berperan sebagai “mesin penggerak” pengawasan modern. Melalui aplikasi ini, peran Inspektorat bergeser dari sekadar pemeriksa menjadi mitra strategis (strategic partner) bagi perangkat daerah lain.

Sistem ini meminimalkan risiko kehilangan dokumen fisik dan tumpang tindih data pengawasan, sehingga para Inspektur Pembantu (Irban) dapat bekerja lebih fokus pada analisis substansi pengawasan daripada sekadar urusan administratif.

Sumbangsih terhadap Tata Kelola Pemerintahan

Kontribusi terbesar PELITA terletak pada penguatan tata kelola pemerintahan (Good Governance) yang sedang berjalan di Kabupaten Konawe. Dengan adanya transparansi proses pengawasan, potensi penyimpangan dapat dideteksi dan dicegah lebih dini.

Inovasi ini menciptakan ekosistem kerja yang lebih disiplin di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ketika pengawasan berjalan efektif dan terdokumentasi dengan baik, maka akuntabilitas keuangan dan kinerja daerah secara otomatis akan meningkat. Hal ini selaras dengan semangat reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni mewujudkan birokrasi yang lincah dan berbasis hasil.

“PELITA adalah bukti nyata bahwa pengawasan di Kabupaten Konawe kini telah bertransformasi. Bukan lagi soal mencari kesalahan, tapi soal bagaimana kita bersama-sama memperbaiki sistem melalui teknologi untuk pelayanan publik yang lebih baik,” ungkap pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe.

Diharapkan, dengan implementasi penuh aplikasi PELITA, Pemerintah Kabupaten Konawe mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas opini keuangan serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di masa depan.