INSPEKTORAT KONAWE
Ikut Meriahkan Pawai Kendaraan Hias, Inspektorat Dukung Penuh Kesuksesan MTQ Ke-XXXI Sultra

Unaaha— Jajaran Inspektorat Daerah turut ambil bagian dalam memeriahkan pawai kendaraan hias yang digelar pada Selasa (23/6/2026). Pawai akbar ini dilaksanakan dalam rangka menyambut pembukaan ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan mengusung tema yang memadukan nilai-nilai religius dan semangat tata kelola pemerintahan yang bersih, kendaraan hias milik Inspektorat tampil memukau di sepanjang rute pawai. Kehadiran tim Inspektorat ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung penuh kesuksesan syiar Islam serta menyukseskan gelaran MTQ di bumi rukun keagamaan Sulawesi Tenggara.

Andrias Apono, SH.,CGCAE Selaku Plt. Inspektur Daerah Konawe menyatakan bahwa momentum MTQ ini tidak hanya sekadar ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar-instansi dan masyarakat.

“Keikutsertaan kami dalam pawai ini adalah bentuk sukacita dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ Ke-XXXI. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat transparansi dan akuntabilitas yang kami kawal sehari-hari, berjalan selaras dengan nilai-nilai kejujuran dan amanah yang terkandung dalam Al-Quran,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Pawai kendaraan hias yang memadati jalan-jalan protokol ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari ribuan warga yang menyaksikan. Berbagai ornamen bernuansa Islami yang dipadukan dengan karakteristik daerah Sultra membuat iring-iringan kendaraan dinas tampil kreatif dan kompetitif.

Acara pawai ini menjadi pemicu semangat menjelang pembukaan resmi MTQ Ke-XXXI Sultra, yang diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah berprestasi demi mengharumkan nama membawa nama baik Provinsi Sulawesi Tenggara di kancah nasional.

Menuju Tata Kelola yang Bersih: Pendampingan Desa Antikorupsi di Desa Waworaha

Kecamatan Soropia, 13 Juni 2026 – Pagi itu, suasana di balai Desa Waworaha terasa berbeda. Sejak pukul 09.00 WITA, jajaran aparatur desa, tokoh masyarakat, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah berkumpul untuk menyambut kehadiran tim dari Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe. Kehadiran mereka membawa misi penting: mewujudkan Desa Waworaha sebagai salah satu percontohan Desa Antikorupsi di wilayah pesisir Soropia.

​Kegiatan pendampingan ini bukanlah sekadar agenda formalitas administratif, melainkan sebuah komitmen bersama untuk membangun benteng integritas dari tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

​Tujuan dan Fokus Pendampingan

​Tim Inspektorat Daerah Konawe membuka kegiatan dengan memberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya laten korupsi serta dampaknya terhadap terhambatnya pembangunan desa. Fokus utama dari pendampingan ini adalah memperkuat sistem pengawasan internal dan meningkatkan transparansi pelayanan publik.

​Beberapa aspek krusial yang dibahas dalam pendampingan meliputi:

  • Transparansi Pengelolaan Dana Desa: Memastikan setiap rupiah dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dicatat, dikelola, dan dilaporkan secara terbuka. Masyarakat diberikan edukasi tentang hak mereka untuk mengetahui rancangan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
  • Penguatan Pengawasan Partisipatif: Mengajak BPD dan tokoh masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif sebagai mitra kritis pemerintah desa. Pengawasan yang baik dimulai dari kepedulian warga terhadap proyek fisik maupun pemberdayaan di lingkungan mereka.
  • Optimalisasi Pelayanan Publik: Menekankan pentingnya pelayanan administrasi yang cepat, mudah, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli) maupun gratifikasi.
  • Digitalisasi Administrasi Desa: Mendorong aparat Desa Waworaha untuk memanfaatkan teknologi informasi guna meminimalisir celah penyimpangan administrasi dan mempercepat akses data desa.

​Sinergi dan Komitmen Bersama

“Korupsi bukan hanya soal uang negara yang hilang, tetapi soal hak rakyat yang dirampas. Desa Waworaha memiliki potensi alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Jangan sampai potensi ini kandas karena tata kelola yang tidak amanah.”

​Pesan dari perwakilan Inspektorat Daerah Konawe tersebut disambut dengan antusiasme oleh peserta yang hadir.

​Kepala Desa Waworaha, bersama seluruh perangkat desanya, secara resmi menyatakan kesiapan mereka untuk menjalani setiap tahapan evaluasi dan perbaikan. Mereka sepakat bahwa predikat “Desa Antikorupsi” bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah standar baru dalam melayani masyarakat.

​Sebagai langkah tindak lanjut, aparat Desa Waworaha bersama tim Inspektorat langsung melakukan simulasi penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi desa terbaru, serta membedah beberapa potensi risiko (risk assessment) dalam pelaksanaan proyek pembangunan fisik di desa tersebut.

​Harapan ke Depan

​Pendampingan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, dan disaksikan oleh masyarakat Desa Waworaha.

​Tanggal 13 Juni 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi Desa Waworaha. Dengan pendampingan berkelanjutan dari Inspektorat Daerah Konawe, diharapkan hembusan angin pesisir Soropia ini turut membawa semangat transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima yang bebas dari segala bentuk korupsi.

Pastikan Kualitas Pelayanan, Irban Wilayah III Monitoring Evaluasi SPM Puskesmas Onembute

Dalam upaya memastikan pemenuhan dan peningkatan kualitas Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor kesehatan, Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah III melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan SPM di UPTD Puskesmas Onembute.
​Kegiatan Monev ini bertujuan untuk meninjau secara langsung sejauh mana capaian indikator pelayanan kesehatan dasar yang telah berjalan, serta mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan. Evaluasi ini menjadi langkah krusial agar masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Onembute mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang bermutu, cepat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.